Niat untuk segera TDA sepertinya lagi menurun nih. Kelamaan jauh dari bisnis membuat semangat kembali angot-angotan untuk mulai lagi. Padahal jika mau konsisten aja, insyaallah target minimal bisa dicapai. Tapi ya itulah, ternyata untuk kembali meningkatkan kinerja dan semangat mesti berjuang lagi.
Meninggalkan kebiasaan untuk menjadikannya kembali sebagai kebiasaan sungguh sulit. Apalagi kalo kebiasaan yang dulunya dibentuk juga belum begitu kuat bersarang di dada. Wuiuiiihhhh.... Semangat lagi euy...
Perlu suntikan semangat untuk kembali menjadikan kebiasaan lama menjadi sesuatu yang bernilai. Apalagi sekarang ini semangat untuk memikirkan bisnis sedang dikalahkan oleh keinginan untuk bersama sang kekasih (maklum aja, karena tugasku pisah pulau kami terpaksa berpisah).
Padahal dulunya berfikir pernikahan dengan seseorang yang berada di jawa akan memudahkan bisnis ini. Tapi ternyata tidak semudah itu....:(
Tapi bukan berarti semua excuse ini menjadi pembenaran. Pokoknya sekali ingin menjalankan usaha ini harus terus berjuang. Gak peduli bagaimanapun hasilnya dan sulitnya harus tetap dicoba...
Teteup semangat.........
Sunday, November 18, 2007
My new journey as a wife
Alhamdulillah, akhirnya gelar sebagai seorang istri dapat juga kusandang. Setelah pelaksanaan akad 17 ooktober 2007 kemaren, akhirnya sekarang aku menjadi nyonya rumah suamiku.
Alhamdulillah juga, proses kami mulai dari berkenalan hingga melangsungkan pernikahan berjalan lancar dan dalam tempo yang singkat (4 bulan).
Bagi sebagian orang mungkin tempo yang sangat singkat menjadi kekhawatiran tersendiri. Tapi Insyaallah dengan komitmen yang kami bangun bersama, semoga akan saling melengkapi.
Alhamdulillah, Allah mengkaruniakan seorang suami yang begitu pengertian dan penyabar. Sangat baik terhadap ku dan keluargaku. Seorang laki2 yang sangat kusayangi dan menjadi kekasih ku selamanya.
Rasanya seperti mimpi melewati masa 4 bulan sejak berkenalan hingga melangsungkan pernikahan.
Semenjak dikenalkan oleh seorang teman. Hingga akhirnya memutuskan untuk lamaran (bertemu pertama kali juga saat lamaran) sampai ditetapkannya pernikahan serasa mimpi yang sangat indah.
Niat menikah yang awalnya ingin ditunda tahun depan ternyata direalisasikan oleh 'Yang Maha Segalanya' tepat 2,5 bulan sebelum berakhirnya tahun ini.
Subhannallah.
Alhamdulillah juga, proses kami mulai dari berkenalan hingga melangsungkan pernikahan berjalan lancar dan dalam tempo yang singkat (4 bulan).
Bagi sebagian orang mungkin tempo yang sangat singkat menjadi kekhawatiran tersendiri. Tapi Insyaallah dengan komitmen yang kami bangun bersama, semoga akan saling melengkapi.
Alhamdulillah, Allah mengkaruniakan seorang suami yang begitu pengertian dan penyabar. Sangat baik terhadap ku dan keluargaku. Seorang laki2 yang sangat kusayangi dan menjadi kekasih ku selamanya.
Rasanya seperti mimpi melewati masa 4 bulan sejak berkenalan hingga melangsungkan pernikahan.
Semenjak dikenalkan oleh seorang teman. Hingga akhirnya memutuskan untuk lamaran (bertemu pertama kali juga saat lamaran) sampai ditetapkannya pernikahan serasa mimpi yang sangat indah.
Niat menikah yang awalnya ingin ditunda tahun depan ternyata direalisasikan oleh 'Yang Maha Segalanya' tepat 2,5 bulan sebelum berakhirnya tahun ini.
Subhannallah.
Thursday, August 2, 2007
My LoA comes True
Istilah LoA yang baru saya kenal setelah bergabung dengan komunitas ini, sungguh menakjubkan. Karena jauh sebelum mengenal komunitas ini saya sudah memimpikan sesuatu. Hanya saja mimpi itu menjadi sulit saya wujudkan karena belum ketemu bagaimana cara mewujudkannya.
Mimpi, bahwa kelak dari uang yang bisa saya kumpulkan, saya bisa mendirikan semacam komunitas yang bergerak semakin melebar dan semakin besar. Yang nantinya akan memiliki power untuk membangun negeri ini. Mimpi yang ternyata ada di dalam visi dan misi TDA.
Dulu saya berfikir, dengan menjadi TDB, saya akan memiliki gaji yang bisa saya gulirkan untuk usaha bagi rekan-rekan saya yang belum memiliki penghasilan. Dengan harapan ketika mereka berhasil memajukan usahanya, modal yang saya berikan akan bisa bergulir lagi.
Namun ternyata tanpa ilmu semua itu hampir hanya tinggal mimpi. Saya katakan hampir hanya tinggal mimpi karena itu nyaris tidak akan terwujud.
Ilmu yang saya punya belum memadai untuk merealisasikan mimpi saya. Saya belum punya langkah-langkah yang harus ditempuh selain niat untuk berbagi kesempatan dengan teman-teman yang kurnag beruntung.
Berbagai milist wirausaha saya coba ikuti. Tapi tetap saja tidak sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Tetap saja tidak sreg dengan hati.
Sampai akhirnya saya mengunjungi EU pak Purdhie Candra dan terdampar di blognya pak Hadi Kuntoro. Dan mengunjungi blog petinggi-petinggi TDA. Saya merasa inilah komunitas yang sesuai dengan mimpi saya.
Mimpi untuk memberikan kesempatan kepada kaum pengangguran untuk juga dapat berkarya. Mimpi untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat. Bukan bangsa yang menadahkan tangan kepada bangsa lain.
Terima kasih TDA, akhirnya kutemukan dirimu. Semoga secercah niat yang telah menggumpal bisa menjadi amunisi untuk terus bergerak menggapai visi dan misi.
Mimpi, bahwa kelak dari uang yang bisa saya kumpulkan, saya bisa mendirikan semacam komunitas yang bergerak semakin melebar dan semakin besar. Yang nantinya akan memiliki power untuk membangun negeri ini. Mimpi yang ternyata ada di dalam visi dan misi TDA.
Dulu saya berfikir, dengan menjadi TDB, saya akan memiliki gaji yang bisa saya gulirkan untuk usaha bagi rekan-rekan saya yang belum memiliki penghasilan. Dengan harapan ketika mereka berhasil memajukan usahanya, modal yang saya berikan akan bisa bergulir lagi.
Namun ternyata tanpa ilmu semua itu hampir hanya tinggal mimpi. Saya katakan hampir hanya tinggal mimpi karena itu nyaris tidak akan terwujud.
Ilmu yang saya punya belum memadai untuk merealisasikan mimpi saya. Saya belum punya langkah-langkah yang harus ditempuh selain niat untuk berbagi kesempatan dengan teman-teman yang kurnag beruntung.
Berbagai milist wirausaha saya coba ikuti. Tapi tetap saja tidak sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Tetap saja tidak sreg dengan hati.
Sampai akhirnya saya mengunjungi EU pak Purdhie Candra dan terdampar di blognya pak Hadi Kuntoro. Dan mengunjungi blog petinggi-petinggi TDA. Saya merasa inilah komunitas yang sesuai dengan mimpi saya.
Mimpi untuk memberikan kesempatan kepada kaum pengangguran untuk juga dapat berkarya. Mimpi untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat. Bukan bangsa yang menadahkan tangan kepada bangsa lain.
Terima kasih TDA, akhirnya kutemukan dirimu. Semoga secercah niat yang telah menggumpal bisa menjadi amunisi untuk terus bergerak menggapai visi dan misi.
Wednesday, August 1, 2007
Semangat untuk segera TDA semakin terbakar nih..........!!!!!!!!!!!
Kadang saya kesal sendiri dengan banyaknya kesempatan bagi entrepreneur yang lokasinya di jawa sana. Bukan sekedar iri atau benci dengan kondisi ini. Tapi ini menjadi cambuk buat saya yang jauh dari 'pusat kekuasaan' komunitas TDA untuk segera menjadi TDA. Setidaknya untuk segera menyisihkan sumber daya agar bisa ikut serta mengikuti kegiatan-kegiatan TDA.
Setiap melihat postingan akan adanya kegiatan dari TDA, saya selalu menjadi kesal sendiri. Kesal karena belum mampu untuk ikut serta. Kesal karena belum bisa seperti teman-teman TDA lainnya yang memiliki kesempatan untuk meningkatkan ilmunya.
Akankah saya bisa juga mengikuti kegiatan ini nantinya???
inilah planning saya :
- Setelah menikah nanti, karena berbeda tempat tinggal dengan calon suami setidaknya saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi 'pusat kekuasaan' TDA ini. Setidaknya 1x sebulan.
- Setelah masa wajib kerja (kaya militer aja)selesai (+/- 4 thn lagi) saya akan segera menyampaikan surat resign. (Mudah-mudahan gak berubah pikiran nantinya).
- Begitu keluar dari TDB, saya akan melaksanakan apa yg menjadi cita-cita saya. dan melampiaskan kekesalan saya selama ini karena gak bisa ikutan di kegiatan TDA.
Semoga keinginan ini bisa segera terwujud. Karena semakin lama ikut di TDA, saya semakin penasaran ingin ikutan juga acara on air nya (selama ini cuma menjadi penikmat off air aja).
Sambut saya TDA, Target saya TDA Media dan TDA Finance nih, Juga TDA Qalbun Salim. I like it so much................
---------------
YM : amethys_tangens
Setiap melihat postingan akan adanya kegiatan dari TDA, saya selalu menjadi kesal sendiri. Kesal karena belum mampu untuk ikut serta. Kesal karena belum bisa seperti teman-teman TDA lainnya yang memiliki kesempatan untuk meningkatkan ilmunya.
Akankah saya bisa juga mengikuti kegiatan ini nantinya???
inilah planning saya :
- Setelah menikah nanti, karena berbeda tempat tinggal dengan calon suami setidaknya saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi 'pusat kekuasaan' TDA ini. Setidaknya 1x sebulan.
- Setelah masa wajib kerja (kaya militer aja)selesai (+/- 4 thn lagi) saya akan segera menyampaikan surat resign. (Mudah-mudahan gak berubah pikiran nantinya).
- Begitu keluar dari TDB, saya akan melaksanakan apa yg menjadi cita-cita saya. dan melampiaskan kekesalan saya selama ini karena gak bisa ikutan di kegiatan TDA.
Semoga keinginan ini bisa segera terwujud. Karena semakin lama ikut di TDA, saya semakin penasaran ingin ikutan juga acara on air nya (selama ini cuma menjadi penikmat off air aja).
Sambut saya TDA, Target saya TDA Media dan TDA Finance nih, Juga TDA Qalbun Salim. I like it so much................
---------------
YM : amethys_tangens
Tuesday, July 31, 2007
Menuju Mimpi Abadi
Mungkin rekan-rekan yang membaca tulisan ini agak bingung dengan judul yang saya buat. Saya juga bingung bagaimana menjelaskan apa yang saya maksud mimpi abadi.
Tapi izinkan saya sedikit bercerita kenapa saya memilih judul ini untuk tulisan kali ini.
Kemaren malam, seseorang yang sangat dekat dengan saya menghubungi via telpon. Seperti biasanya selama kurang lebih sebulan terakhir ini kami berkomunikasi lewat telepon dan sms.
Terkadang timbul rasa takut di hati ini. Takut apakah langkah yang saya tempuh ini sudah benar dan berada di jalur yang benar? Takut apakah saya telah benar menjatuhkan pilihan. Takut apakah nanti akan menjadi penyesalan dihati saya.
Tapi semua ini hanya menimbulkan satu akibat buat saya. Bahwa ini adalah tantangan yang harus saya selesaikan sebaik-baiknya. Bahwa ini adalah jalan membangun mimpi-mimpi saya. Bukan mimpi menaklukan dunia atau menjadi penguasanya, tapi mimpi bahwa kelak ketika bertemu Sang Pencipta, kita bisa tersenyum dihadapanNya. Tersenyum karena hidup ini berlalu dengan indah, dan di saat berjumpa denganNya pun menjadi saat-saat terindah.
Saat ini, hanya Bismillah yang bisa saya panjatkan sekaligus juga menancapkan niat di hati, semoga proses yang sedang berjalan ini akan segera menemui akhir yang diniatkan.
Mohon doanya...
(bersambung)
Tapi izinkan saya sedikit bercerita kenapa saya memilih judul ini untuk tulisan kali ini.
Kemaren malam, seseorang yang sangat dekat dengan saya menghubungi via telpon. Seperti biasanya selama kurang lebih sebulan terakhir ini kami berkomunikasi lewat telepon dan sms.
Terkadang timbul rasa takut di hati ini. Takut apakah langkah yang saya tempuh ini sudah benar dan berada di jalur yang benar? Takut apakah saya telah benar menjatuhkan pilihan. Takut apakah nanti akan menjadi penyesalan dihati saya.
Tapi semua ini hanya menimbulkan satu akibat buat saya. Bahwa ini adalah tantangan yang harus saya selesaikan sebaik-baiknya. Bahwa ini adalah jalan membangun mimpi-mimpi saya. Bukan mimpi menaklukan dunia atau menjadi penguasanya, tapi mimpi bahwa kelak ketika bertemu Sang Pencipta, kita bisa tersenyum dihadapanNya. Tersenyum karena hidup ini berlalu dengan indah, dan di saat berjumpa denganNya pun menjadi saat-saat terindah.
Saat ini, hanya Bismillah yang bisa saya panjatkan sekaligus juga menancapkan niat di hati, semoga proses yang sedang berjalan ini akan segera menemui akhir yang diniatkan.
Mohon doanya...
(bersambung)
Subscribe to:
Posts (Atom)