Friday, April 4, 2008

Ketika Semua Berantem

Bingung pasti... itu yang saya alami. Ketika suasana yang selama ini terasa kondusif buat belajar, tiba-tiba menjadi sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Mungkin hanya masalah sepele. Tapi ketika ego menuntut bahwa dialah yang benar, itulah masalah besar.

Saya heran, kenapa ketika orang-orang yang dulu saling bergiat untuk mencapai kebaikan sudah dikenali orang lain, tiba-tiba antara sesama teman bisa timbul permusuhan. Apakah ini hanya masalah iri dan dengki???

Menurut saya tidak melulu masalah iri dan dengki atas prestasi yang sudah diraih seseorang. Tetapi boleh jadi, ketika ia sudah berhasil, ia lupa akan niatnya semula. Lupa bahwa ketika dulu sama-sama berjuang dengan teman-2 sehatinya, visi inilah yang ingin dicapai.

Namun ketika semua orang sudah memperhatikan ia, ia merasa berhak untuk membenarkan diri. Dan tidak hendak dikritik oleh siapapun.

Bukankah pemimpin yang besar bukan orang yang selalu benar. Tetapi orang yang selalu berjiwa besar dan bersedia mendengarkan orang lain.

Rasulullah sendiri walaupun sudah dihapuskan dosa-dosanya oleh Allah, tetap diperingatkan Allah ketika beliau sedang bersama para pembesar Quraish dan mengabaikan pertanyaan seorang buta yg bertanya tentang Islam.(CMIIW)

Yang terpenting dari semua itu adalah kebesaran jiwa untuk tulus ikhlas menerima masukan bahkan dari orang yg tadinya tidak dianggap. Karena apapun masukan itu, tentulah itu untuk kebaikan diri kita sendiri.

Bukankah, musuh yang mengkritik lebih tulus nilai kritiknya pada kita dibandingkan teman-teman yang hanya memuji diri kita???

Back to our vision.... hanya itu yang bisa kukatakan.

MENEBAR RAHMAT UNTUK SESAMA

Sunday, January 6, 2008

Penulis, mimpi dan realita

Penulis tenar dimana karya nya menjadi pujaan banyak orang tentulah sesuatu yang sangat menarik. Saya senang menulis. Tapi menjadi penulis profesional masih suatu mimpi bagi diri ini. Mimpi yang sangat jauuh rasanya untuk diraih. Tapi juga menjadi cambuk penyemangat hidup untuk mewujudkannya. "Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu" ucapan seorang Arai dalam novel Tetralogi Laskar Pelangi.

Ucapan Arai yang saya baca dari blog pak Faif menyadarkan saya akan pentingnya memiliki mimpi. Mimpi yang akan menjadi inspirasi buat saya untuk menggapainya.

Bukankah lewat mimpi lah kita akan tahu apa yang hendak kita wujudkan?? Sungguh benar bahwa mimpi yang bukan angan-angan akan terwujud lewat kerja keras yang tak berkesudahan.

Menulis bagi saya merupakan pelimpahan rasa yang ada di hati yang ingin dibagi dengan sesama.

Bukan hanya menulis menjadi mimpi buat hidup ini. Berkumpul kembali dengan suami yang saya cintai justru menjadi mimpi terbesar saya saat ini. Tak tega rasanya membiarkan sang kekasih hidup seorang diri jauh. Karena faktanya bukan suami yang merantau, tapi sayalah yang tinggal jauh dari rumah suami.

Walaupun untuk berkumpul masih mimpi bagi saya (perlu 5 thn masa kerja di perusahaan ini untuk mengajukan pindah mengikuti suami sedangkan saat ini baru saya jalani 2 thn masa kerja). Tapi memiliki mimpi bukan suatu hal yang salah bukan???

Bukankah mimpi yang menginspirasi, justru akan menjadi doa yang MAHA DAHSYAT untuk sebuah realita yang membahagiakan?

Ya Allah semoga ENgkau bantu hamba menggapai mimpi ini. Namun hanya Engkau Tuhan Yang Maha Tau apa yang terbaik bagi hamba-hambaMu. AMiin

Menuju Mimpi Abadi II

Menjadi Seorang istri adalah anugerah terbesar dalam hidup ku. Setelah dikenalkan dengan seseorang oleh sahabatku, akhirnya resmi jugalah diri ini menyandang prediket seorang nyonya.

Ya.... tepatnya tanggal 17 Oktober 2007 lalu atau 5 syawal 1428H, diri ini disunting oleh seorang laki-laki bernama Ervan Doubet. Kuyakin Lelaki ini adalah yang terbaik dari Allah untukku. Semoga mimpi kita menuju kebahagiaan abadi menjadi kenyataan sayang.

Mungkin diri ini belum bisa sempurna menjadi seorang istri. Masih terlalu banyak malah kekurangan itu. Diri ini belum sepenuhnya bisa menjadi istri yang baik. Karena jarak yang membentang memisahkan kita. Semoga suatu saat kita bisa berkumpul kembali ya sayang... Sungguh tidak enak rasanya jauh dari seseorang yang begitu dicintai karena pekerjaan.

Apakah kelak permohonan untuk dipindah kekota yang sama dengan suami akan dikabulkan??? ataukah justru permohonan berhenti kerja yang duluan akan kuajukan???

Hanya Allah yang Maha Tau apa yang terbaik bagi kami berdua.

Saat ini kebahagian itu juga bertambah dengan bersemayamnya calon bayi di rahim ini. Semoga Sang Pemberi Amanah memberikan kemudahan dan kekuatan untuk menjaga dan mendidiknya kelak menjadi keturunan yang menyejukan hati dan pandangan mata. Juga seorang jundi Allah yang menebarkan Rahmat di muka bumi ini. Amiin....

Sunday, November 18, 2007

Semangat angot-2an

Niat untuk segera TDA sepertinya lagi menurun nih. Kelamaan jauh dari bisnis membuat semangat kembali angot-angotan untuk mulai lagi. Padahal jika mau konsisten aja, insyaallah target minimal bisa dicapai. Tapi ya itulah, ternyata untuk kembali meningkatkan kinerja dan semangat mesti berjuang lagi.

Meninggalkan kebiasaan untuk menjadikannya kembali sebagai kebiasaan sungguh sulit. Apalagi kalo kebiasaan yang dulunya dibentuk juga belum begitu kuat bersarang di dada. Wuiuiiihhhh.... Semangat lagi euy...

Perlu suntikan semangat untuk kembali menjadikan kebiasaan lama menjadi sesuatu yang bernilai. Apalagi sekarang ini semangat untuk memikirkan bisnis sedang dikalahkan oleh keinginan untuk bersama sang kekasih (maklum aja, karena tugasku pisah pulau kami terpaksa berpisah).

Padahal dulunya berfikir pernikahan dengan seseorang yang berada di jawa akan memudahkan bisnis ini. Tapi ternyata tidak semudah itu....:(

Tapi bukan berarti semua excuse ini menjadi pembenaran. Pokoknya sekali ingin menjalankan usaha ini harus terus berjuang. Gak peduli bagaimanapun hasilnya dan sulitnya harus tetap dicoba...

Teteup semangat.........

My new journey as a wife

Alhamdulillah, akhirnya gelar sebagai seorang istri dapat juga kusandang. Setelah pelaksanaan akad 17 ooktober 2007 kemaren, akhirnya sekarang aku menjadi nyonya rumah suamiku.

Alhamdulillah juga, proses kami mulai dari berkenalan hingga melangsungkan pernikahan berjalan lancar dan dalam tempo yang singkat (4 bulan).

Bagi sebagian orang mungkin tempo yang sangat singkat menjadi kekhawatiran tersendiri. Tapi Insyaallah dengan komitmen yang kami bangun bersama, semoga akan saling melengkapi.

Alhamdulillah, Allah mengkaruniakan seorang suami yang begitu pengertian dan penyabar. Sangat baik terhadap ku dan keluargaku. Seorang laki2 yang sangat kusayangi dan menjadi kekasih ku selamanya.

Rasanya seperti mimpi melewati masa 4 bulan sejak berkenalan hingga melangsungkan pernikahan.

Semenjak dikenalkan oleh seorang teman. Hingga akhirnya memutuskan untuk lamaran (bertemu pertama kali juga saat lamaran) sampai ditetapkannya pernikahan serasa mimpi yang sangat indah.

Niat menikah yang awalnya ingin ditunda tahun depan ternyata direalisasikan oleh 'Yang Maha Segalanya' tepat 2,5 bulan sebelum berakhirnya tahun ini.

Subhannallah.